Husni: Kalau Mau Kuat, Bentuk Dewan Ikan Hias

Husni: Kalau Mau Kuat, Bentuk Dewan Ikan Hias

Oleh Ali Anwar (koperasiikanhiaskotabekasi.wordpress.con)

JAKARTA — Inspektur Jjenderal Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Husni Manggabarani mengatakan, komunitas yang berhubungan dengan ikan hias perlu bergabung dalam organisasi Dewan Ikan Hias Indonesia.

“Kalau kita mau kuat, harus membentuk Dewan Ikan Hias Indonesia,” kata Husni kepada para peserta pembahasan rencana pembentukan Dewan Ikan Hiasa Indonesia di Museum Ikan Air Tawar Taman ini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (28/1/2011).

Alasannya, Indonesia jauh kalah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. “Padahal, ikan hias paling banyak jenisnya di Indonesia,” kata Husni. Dampaknya, kata dia, negara luar selalu mengklaim ikan hias asal Indonesia. “Misalnya, botia dikalim Singapura, cupang diklaim Thailand, rainbow diklaim Prancis,” ujarnya.

Meskipun Indonesia berada pada peringkat ketiga dunia, Husni menambahkan, pertumbuhan ekspor ikan hias Indonesia hanya 4,7 persen. Ini lebih rendah dibandingkan negara pesaing, seperti RRC (64,43 persen), Taiwan (38,62 persen), Srilanka (32,36 persen), dan Singapura (12,74 persen).

Adapun sumber daya manusia, sumber daya alam, pemerintah, dan peminat atau pebisnis perikanan ikan hias, “Belum bersinergi optimal untuk menjadi kekuatan pertumbuhan.”

Di sisi lain, Husni mengungkapkan, peluang permintaan makin tinggi untuk domestik maupun ekspor. Bisnis ikan hias juga dapat dikerjakan dalam skala berjenjang yang memerlukan ketekunan dan keterampilan khusus. “Harga ikan hisa juga menjanjikan. Ikan arwana, misalnya, bisa laku dijual melampaui Rp 100 juta per ekor,” Husni mengungkapkan.

Permasalahnnya, katanya, kita kekurangan sarana pendukung, terutama transportasi darat dan laut untuk distribusi dan pemasaran. Ekspor masih tergantung pada terminal poros Singapura. “Akibatnya, nilai tambah menjadi hilang.”

Peternak ikan hiasa, memiliki keterbatasan penguasaan teknologi dan informasi untuk pengembangan induk atau bibit ikan hiasa unggul. Hal ini menyebabkan sebagian produsen belum berkemampuan memenuhi permintaan ikan berkualitas ekspor dalam jumlah yang besar.

Di Indonesia, amat minim pomosi untukmikan hiasa, baik di pasar domestik maupun global. “belum menggunakan sistem e-market,” ujarnya. Beberapa jenis ikan hias juga masuk dalam appendix CITES. “Penangkapan ikan hias yang tidak ramah lingkungan, seperti menggunakan pestisida dan sianida.”

Husni berharap, Dewan Ikan Hias Indonesia memiliki visi Indonesia sebagai produsen ikan hias utama dunia yang berbasis pada sumber daya lestari dan berdaya saing tinggi.

Misinya, sebagai pengembangan bisnis ikan hiasa mulai dari skala kecil sampai skala besar untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor, meningkatkan kemampuan dan kualitas produksi, pendapatan dan kesejahteraan pelaku bisnis ikan hias mulai dari hulu sampai hilir, membangun sistem bisnis ikan hias yang handal di era globalisasi, dan menciptakan peluang baik pengembangan maupun introduksi jenis-jenis ikan hias asli Indonesia untuk masuk pasar domestik dan ekspor.

Dewan Ikan Hias Indonesia ditujukan agar menjadikan bisnis ikan hias yang memberikan kontribusi ekonomi yang tinggi, pelestarian plasma nutfah, dan keunggukan ikan hias Indonesia.

Ali Anwar (koperasiikanhiasbekasi.wordpress.com)

Tentang ikanhiasbekasi

Koperasi Peternak Ikan Hias Candrabhaga Kota Bekasi adalah koperasi yang dibentuk oleh para peternak ikan hias yang tersebar di Kota Bekasi, untuk meningkatkan produksi dan tarap hidup anggotanya, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan harkat dan martabat, demim kemajuan Bekasi, bangsa, dan negara.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s